Osteoarthritis Dapat Serang Usia Muda

Osteoarthritis Dapat Serang Usia MudaAsal anda tahu saja osteaoarthritis dapat serang usia muda, untuk itu pada pemuda saya sarankan agar mewaspadai osteoarthritis karena bukan hanya orang tua lanjut usia yang di serangnya tapi anak muda pun dapat diserangnya. Keluhan nyeri terhadap sendi lutut atau osteoarthritis kerap dialami orang yang berusia lanjut. Tapi, kaum muda juga mempunyai faktor risiko mengalaminya lebih dini, apabila ditunjang faktor-faktor berikut.

LUTUT adalah bidang badan yg senantiasa dipakai dalam gerakan sehari-hari. Untuk terjadi, berlari, melompat, & beraneka kegiatan yang lain. Sendi lutut yaitu sendi yg ’’beban kerjanya’’ lumayan berat. Merupakan, mampu menahan beban sampai 3–4 kali berat badan. Kendala kepada sendi lutut tentu mengganggu gerakan fisik.

Keluhan nyeri kepada sendi lutut atau osteoarthritis kerap dialami orang yg berumur lanjut. Tapi, kaum bujang pun mempunyai elemen risiko mengalaminya lebih dini, seandainya ditunjang faktor-faktor berikut.

Perdana, kelainan wujud kaki yg mengakibatkan tekanan kepada lutut jadi lebih agung. Contohnya, kepada wujud kaki flat yg diabaikan sejak mungil. Ke-2, penggunaan alas kaki yg tak cocok. Yg tidak jarang berjalan, wanita kerap memanfaatkan sepatu tak berdasar kenyamanan, namun sekadar mode. Akibatnya, posisi kaki jadi tak serasi & memberikan beban yg lebih akbar pada sendi lutut.

Ke3, pemakaian berlebihan (overused). Berdasar tren kini, sejumlah arena lari mulai sejak 5K, 10K, half marathon, marathon, sampai ultramarathon. Tidak Sedikit orang mengikuti arena ini. Yg jadi problem merupakan diwaktu seorang memaksakan diri buat mengikuti lari melebihi kekuatan tubuhnya.

Dokter Michael Triangto SpKO memaparkan, waktu berlari, ada entakan tiap-tiap kali melangkah & mendaratkan kaki depan ke permukaan tanah. Tekanan kepada kaki depan dapat mencapai empat kali berat badan. Tekanan itu mesti ditahan sendi lutut. ’’Apabila berjalan terus-menerus & dalam jangka panjang, berisiko memunculkan kerusakan terhadap sendi lutut,’’ ujarnya.

Olahraga ekstrem yg menekankan terhadap keberanian & tantangan seperti parkour, kegiatan melompat, & berputar dengan cara ekstrem berisiko memunculkan kendala terhadap sendi lutut. Wanita jauh lebih berisiko mengalami nyeri sendi di bandingkan bersama cowok. Dikarenakan, cowok mempunyai struktur badan lebih tinggi & gede pun otot & tulang yg pun lebih kuat.

’’Hal ini yg menciptakan daya tahan cowok lebih kuat dibanding wanita. Belum lagi factor hormonal,’’ kata dokter dari Slim+Health Sports Therapy itu.

Elemen berikutnya yaitu obesitas. Berat badan berlebih memberikan tekanan yg lebih akbar pada lutut. Semakin berat kerja sendi lutut mengakibatkan repetitive injury. Alhasil, tetap bujang telah terkena osteoarthritis lutut sebab obesitas.

Dengan Cara Apa mencegahnya? Sendi butuh dilatih. Sebab itu, sejak umur belia, biasakan berolahraga. ’’Namun, yg mesti diwaspadai, olahraga janganlah berlebihan. Mesti terprogram, terukur, dilakukan rutin, & berkesinambungan,’’ kata dr Michael. Olahraga yg praktis tak melaksanakan aktivitas eksplosif seperti golf pula sanggup mengalami nyeri kepada sendi lutut apabila tak dilakukan bersama pas.

’’Saat posisi drive, lebih-lebih berulang hingga beberapa ratus kali, berjalan tekanan terus-menerus terhadap sendi lutut,’’ katanya.

Profesi tertentu, antara lain, atlet atletik, renang gaya tertentu (gaya katak sebab ada hentakan kepada lutut), panjat tebing, sepeda, angkat beban, juga kegiatan lain yg lakukan aktivitas repetitif terhadap lutut mempunyai risiko lebih tinggi mengalami osteoarthritis. Dengan Cara Apa treatment yg dilakukan? Bergantung hal penyebabnya.

Dokter Michael menuturkan, jikalau penyebabnya kelainan wujud kaki, dilakukan koreksi lebih lalu. Pemakaian alas kaki disesuaikan bersama keperluan. Obesitas diatasi dgn menurunkan berat tubuh yg mampu dibantu pemberian obat pereda nyeri. Bila sebab overused atau repetitive injury, sembuhkan cederanya. Seterusnya, dapat ganti olahraga atau latihan yg dilakukan.

Contohnya, dari lari jadi joging atau joging ke bersepeda. Lantaran, diwaktu bersepeda, sebahagian berat badan ditahan sadel sepeda maka tekanan ke lutut lebih minimal. bisa pula berenang. Tapi, sekali lagi, kategori olahraga disesuaikan bersama keadaan fisik & keperluan tiap-tiap orang. 

Updated: July 2, 2015 — 1:01 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *