Makan Lebih Banyak Serat Dapat Benurunkan Risiko Osteoarthritis

Makan Lebih Banyak Serat Dapat Benurunkan Risiko Osteoarthritis-, Osteoarthritis mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan di seluruh Amerika Serikat. Penelitian baru menunjukkan bahwa diet kaya serat dapat menurunkan risiko terkena nyeri lutut osteoarthritis.

Osteoarthritis (OA) adalah jenis yang paling umum dari arthritis, yang mempengaruhi lebih dari 30 juta orang dewasa AS. Di seluruh dunia, diperkirakan bahwa hampir 10 persen pria dan 18 persen wanita berusia 60 dan lebih hidup dengan gejala OA.

Juga dikenal sebagai “dan keausan” arthritis, gangguan sendi mempengaruhi sesepuh khususnya, dengan wanita di atas usia 50 yang paling mungkin untuk mengembangkan kondisi tersebut.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Annals of the Rheumatic Diseases – menyelidiki hubungan antara diet kaya serat dan risiko terkena OA lutut.

Baca Juga : Serat Dan Chondroitin Bisa Mengurangi Nyeri Osteoartritis Llutut

Studi baru ini terdiri dari sebuah meta-analisis yang memeriksa dua studi jangka panjang pada manfaat dari diet kaya serat. Penelitian adalah upaya kolaborasi antara peneliti dari Tufts University di Boston, MA, dan Universitas Manchester di Inggris.

Pertama penulis studi Dr. Zhaoli Dai, dari Human Nutrition Research Center on Aging dan Friedman School of Nutrition Science and Policy di Tufts University.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa diet yang kaya akan serat memiliki berbagai manfaat kesehatan, mulai dari menurunkan tekanan darah dan berat badan, untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan kadar gula darah.

Sumber yang baik dari serat seperti kacang-kacangan, kacang-kacangan, buah, biji-bijian, dan sayuran non-tepung.
Mempelajari kaitan antara OA dan asupan serat

Penelitian yang termasuk dalam penelitian baru yang Osteoarthritis Initiative (OAI) (yang diperiksa total 4,796 peserta) dan Framingham Offspring Osteoarthritis Study (yang terdiri 1,268 peserta).

Para peneliti menentukan peserta asupan serat pada awal penelitian dengan menggunakan food frequency questionnaire. Mereka juga menilai insiden radiografi OA dan gejala OA – yaitu, mereka menggunakan sinar-X untuk menentukan OA dan mencatat gejala OA, yang paling umum yang mencakup lutut nyeri, kekakuan, dan pembengkakan.

Peserta klinis yang diikuti setiap tahun selama 48 bulan sebagai bagian dari OAI study, dan mereka dievaluasi setelah 9 tahun sebagai bagian dari studi Framingham.

Para peneliti juga mengumpulkan data klinis pada faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasil, termasuk cedera lutut, obat-obatan, gaya hidup, konsumsi alkohol, dan latihan fisik.
Asupan tinggi serat menurunkan risiko terjadinya OA sebesar 30 dan 61 persen

Pasien yang dikonsumsi rata-rata 15 gram serat setiap hari di OAI penelitian, dan 19 gram sehari dalam studi Framingham.

Di OAI penelitian, pada akhir periode 4 tahun, total 869 lutut memiliki gejala OA, dan 152 menunjukkan tanda-tanda OA pada X-ray. Selain itu, rasa sakit menjadi lebih buruk di 1,964 lutut.

Dalam studi Framingham, pada akhir 9 tahun, 143 lutut disajikan OA gejala, dan 175 menunjukkan tanda-tanda OA pada X-ray.

Secara keseluruhan, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa asupan tinggi serat berkorelasi dengan risiko yang lebih rendah dari nyeri OA.

Peserta dibagi menjadi empat, atau kuartil, kuartil atas dibandingkan dengan kuartil terendah dalam hal asupan serat.

Peserta yang mengkonsumsi sebagian besar serat memiliki 30 persen lebih rendah risiko OA di OAI kohort, dan 61 persen lebih rendah risiko OA di Framingham kohort, dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi sedikit serat.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi lebih banyak serat pada umumnya, serta lebih sereal serat khususnya, yang secara signifikan mengurangi risiko nyeri lutut semakin buruk. Namun, karena penelitian ini adalah observasional, tidak membangun hubungan sebab-akibat.

Dr. Dai dan rekan – rekan menyimpulkan:

“Temuan dari dua studi longitudinal secara konsisten menunjukkan bahwa semakin tinggi total asupan serat adalah terkait dengan risiko yang lebih rendah dari [gejala OA], sedangkan kaitannya dengan [insiden radiografi OA] tidak jelas.”

REKOMENDASI PENGOBATAN!!

      “Bagi anda yang saat ini mengidap penyakit osteoarthritis atau gangguan penyakit lainya seperti asam urat, saraf kejepit, nyeri pada beberapa anggota tubu, pegal linu dll. segeralah obati dengan QnC Jelly Gamat yang merupakan obat herbal multi khasiat unggulankami yang bisa membantu menyembuhkan berbagai jenis gangguan penyakit atau gangguan yang saat ini anda alami. Nah untuk INFO lebih lengkap tentang produk herbal kami tersebut olus dengan cara pemesanannya silahkan KLIK Link berikut ini => obat osteoarthritis

Updated: June 8, 2017 — 2:16 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *